Essay Alasan Mengajukan Beasiswa Luar

Saya telah mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan seputar esai dan wawancara beasiswa. Daftar pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk kamu yang sedang mempersiapkan esai atau latihan interview beasiswa master (S2)/doktoral, student exchange program (pertukaran pelajar), sampai leadership course (program kepemimpinan).

 

Secara pribadi, meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini membantu saya merefleksikan tentang tujuan dan rencana saya, serta bagaimana hal-hal telah saya lakukan memiliki makna dan dampak untuk masyarakat luas. Indah membuat daftar ini berdasarkan pengalaman dan ulasan banyak beasiswa master, program pertukaran pelajar, sampai program penuh master.

 

 

PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING WAWANCARA/ESAI BEASISWA

Untuk menempatkan pertanyaan-pertanyaan ini dalam konteks, khususnya untuk komponen akademik, saya memakai studi kasus lulusan S1 Ilmu Hubungan Internasional UI yang mendaftar beasiswa MSc Development Administration and Planning di University College London (UCL) Inggris, saat ini berada di posisi 7 universitas terbaikQS World University Ranking dan urutan ke 2 untuk jurusan Built Environment di the world in QS University Ranking. Kasus ini menarik karena pendaftar beasiswa mengambil jurusan yang berbeda. Tentu saja ini bisa disesuaikan dengan konteks teman-teman.

 

*Catatan Penting: Lihat di sini untuk daftar lengkap peringkat universitas dunia 2015 - 2016

 

 

Selain itu, catatan penting, pertanyaan di bawah ini paling sering ditemukan di merit-based scholarships, yaitu beasiswa berdasarkan pencapaian akademik. Jadi, bukan latar belakang kebutuhan ekonomi. Jadi, kalau beasiswa ini yang sedang kamu daftar, sebaiknya kamu baca sampai selesai:

 

1. Mengapa kamu mendaftar program beasiswa ini?

2. Mengapa kamu memilih UCL (sesuaikan dengan universitas yang kamu daftar)?

3. Mengapa program Development Planning, bukan Hubungan Internasional? Apakah latar belakang kamu cukup untuk ekspektasi akademik program tersebut? (atau contoh lain, kenapa memilih program MBA?)

4. Mengapa S2? Bagaimana karir kamu sekarang berkaitan dengan kebutuhan untuk S2?

5. Mengapa riset yang diajukan tentang Jakarta urban development, sementara kota-kota lain di Indonesia juga memerlukan pembangunan? Mengapa urban, bukan rural development, sementara sebagian besar Indonesia masih rural?

6. Mengapa memilih Inggris? Bukan Australia, Singapura (sebut negara relevan lainnya) yang lebih bagus untuk bidang yang kamu geluti?

7. Bagaimana rencana perkuliahan kamu?

8. Bagaimana rencana karir kamu? Dan mengapa memilih hal tersebut? padahal kan…dll..

9. Bagaimana rencana karir/akademik/personal kamu untuk 10 tahun ke depan? Bagaimana kaitannya dengan peran kamu saat ini?

10. Bagaimana latar belakang/pengalaman/keahlian/network kamu relevan dengan misi beasiswa ini?

11. Mengapa kami harus memilih kamu?

12. Bagaimana jika kamu gagal dalam program ini?

13. Apa dampak yang bisa kamu berikan setelah program ini? Bagaimana tolak ukurnya?

14. Apa kegagalan dan kesuksesan terbesar bagi kamu? Bagaimana kamu mengatasinya?

15. Bagaimana kamu menghadapi culture shock? Atau misalnya, mahasiswa/dosen luar negeri yang bersikap tidak acuh dengan mahasiswa Indonesia? Atau makanan dan iklim yang sangat berbeda?

16. Bagaimana kamu bisa bersaing kalau Bahasa Inggris (dan bahasa lokal negara tersebut) skornya masih rendah?

17. Dan masih banyak lagi……

 

Daftar ini tidak eksklusif, juga belum lengkap. Artinya, tidak semua pertanyaan akan ditanyakan serta merta pada suatu esai ataupun wawancara, juga pertanyaan ini masih terus berkembang sesuai dengan latar belakang pendaftar dan sponsor (pemberi beasiswa). Pikirkan beberapa pertanyaan contohnya:

 

  • “Sepertinya kamu ambisius, apakah tidak khawatir dilarang bekerja oleh suami/orang tua setelah lulus S2/S3?”
  • “Bagaimana rencana keuangan kamu membawa pasangan dan anak sementara kami tidak memberikan tunjangan tersebut?”

 

Bila kamu telah memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini, berlatihlah dan minta feedback dari teman-teman yang kamu percaya, colega, dan bahkan professor yang berkenan untuk membantu kamu. Bagikan artikel ini ke teman-teman kamu untuk memeriksa kembali dan memberi feedback.

 

KESALAHAN PALING SERING SAAT SELEKSI BEASISWA

Kebanyakan kesalahan dari esai/wawancara/pendaftaran secara umum adalah kita hanya mendeskripsikan prestasi kita, program sukarela/magang/posisi kepemimpinan apa yang telah kita capai di masa lalu. Coba sekarang ganti dengan:

  • Mengapa prestasi/pencapaian tersebut bermakna?
  • Apa dampaknya terhadap masyarakat
  • Apa pengaruh prestasi/pencapaian tersebut terhadap dirimu sendiri dan keputusan kamu saat ini dan masa depan

 

MENGAPA PERTANYAAN DI ATAS PENTING?

Karena dari situlah reviewer (panitia penyeleksi beasiswa) akan melihat karakter, pencapaian, dan memutuskan apakah kita layak untuk mendapat investasi dari program mereka. Mereka adalah pihak yang memiliki anggaran dan mereka membiayai program tersebut atas dasar tujuan atau misi tertentu yang lebih besar. Kalau teman-teman ada komentar atau pertanyaan, silahkan bertanya langsung pada Indah Gilang. 

 

VIDEO TANYA JAWAB SEPUTAR KULIAH DI INGGRIS DAN BEASISWA LPDP

Untuk bisa melanjutkan kuliah di luar negeri tentu membutuhkan sejumah persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain persyaratan umum dan persyaratan administrasi. Selain itu, ada satu persyaratan yang juga dibutuhkan untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Persyaratan tersebut adalah para pelamar diharuskan untuk memiliki dan menyertakan setifikat TOEFL yang sudah diberikan oleh seorang master agen judi bola M88..

Apakah sebenarnya sertifikt TOEFL itu? Sebenarnya TOEFL merupakan sebuah program penyerataan yang menjadi indikator penilaian kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Dengan kata lain sertifikat TOEFL merupakan sebuah tanda bahwa seseorang telah dinyatakan mampu untuk berbahasa Inggris dengan baik dan benar sebagai salah satu persyaratan untuk kuliah di luar negeri.

Sertifikat TOEFL bisa kita peroleh dengan mengikuti program tes TOEFL yang memang banyak dibuka oleh lembaga pendidikan di tanah air. Dengan begitu, maka salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri telah dapat kita penuhi. Tidak hanya itu, TOEFL juga berguna untuk melamar pekerjaan baik itu di perusahan dalam maupun luar negeri.

Ini Dia Cara Jitu Lulus Tes TOEFL – Situs Judi Bola M88

Tes TOEFL kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Ini disebabkan karena selain membutuhkan kecerdasan intelegensi yang tinggi, kecerdasan emosional juga sangat berpengaruh. Sebab dalam soal tes TOEFL banyak sekali terdapat jawaban yang hampir identik sehingga bisa mengecoh. Jika seseorang tidak cukup teliti dan sabar maka sulit untuk lulus dari tes ini.

Karena sulit, maka dari itu banyak sekali yang melakukan persiapan tes TOEFL seperti sedang mempersiapkan UN. Belajar, latihan soal, belajar lagi, latihan soal lagi terus begitu sampai bosan. Padahal sebenarnya tidak harus seperti itu. Kita bisa mencoba untuk belajar bahasa inggris yang menyenangkan. Biasa kan untuk melakukan sesuatu yang ingin kita pelajari.

Misalkan ingin bisa bicara bahasa inggris, coba untuk bicara dengan bahasa inggris. Ingin bisa membaca, ya lakukan dengan membaca buku bahasa inggris. Ingin memperbaiki kemampuan listening, sering-sering mendengarkan lagu atau nonton film yang berbahasa inggris. Semua hanya perlu latihan dan dibiasakan saja agar tidak terasa seperti sedang belajar.

Selain itu, jika perhatian kita terlalu fokus kepada belajar, belajar dan belajar, maka biasanya kita akan melewatkan hal kecil. Misalnya saja, kita lupa untuk membawa alat tulis, lupa membawa kartu ujian dan masih banyak lagi. Atau malah karena bingung memilih antara dua jawaban, jadi waktu terbuang habis untuk satu nomor tersebut. Jadi intinya, coba lah belajar dengan latihan, dan bukan dengan menghafal.

Mengapa Harus Punya Sertifikat TOEFL? – Agen Bola M88 Terbaik

Banyak sekali yang bertanya mengapa seseorang yang mau belajar di luar negeri harus memiliki sertifikat TOEFL yang diberikan oleh Bandar Agen Judi Bola M88 Apakah tidak cukup dengan melihat laporan nilai akademis yang juga disertakan dari sekolah/kampus? Atau kalau pun belum cukup, mengapa tidak di tes langsung saja oleh pihak penyelenggara beasiswa? Sebenarnya ini merupakan hal yang sangat lucu untuk dibantah.

Yang pertama, yaitu tentu saja karena memiliki kemampuan merupakan syarat wajib. Bayangkan sepintar apapun kita dalam subjek matematika dan sains. Jika tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bagaimana kita bisa menjalani kehidupan di negeri orang sana? Yang kedua, tentu saja karena tidak semua sekolah/kampus memiliki indikator penilaian yang sama, sehingga harus ditempuh ujian yang setara yakni TOEFL.

Yang terakhir adalah, tentu saja itu semua terserah pihak penyelenggara beasiswa. Logika saja, kita sudah untung bisa dibiayai untuk meneruskan pendidikan yang notabene biayanya tidak sedikit. Lalu minta si penyedia program beasiswa untuk mengetes calon penerima beasiswa satu persatu. Well, itu tidak tau diri namanya, sudah dikasih hati, minta jantung.

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *